
Habis ini, Mas makan dulu ya. Dua jam kembali lagi, entar darahnya saya sedot lagi dikit, katanya. Ehem. Lembut dan manis. Perawat yang budiman eh budiwati.
Keluar dari lab itu, aku makan di warung. Makan banyak, karena malamnya aku harus puasa 12 jam!
Aku tak ingin tahu, apa hasil pemeriksaan itu. Tapi, bagaimana pun, aku harus mengetahuinya (lho, kok kalimatnya bolak-balik? Tolooong!) Alhasil, angka collesterol total dan LDL-ku jauh melebihi ambang batas. Ampoen! Aku tak bisa berkata-kata. Goodbye, b**i kecap, panggang, sanksang, apalah namamu. Sementara, aku harus berpantang, sampai saatnya test ulang. Apakah engkau masih mendekam di sana?
Haaaa.... (::kaget::) kurus nya sekarang, bang? APa g salah liat aku. Yang sabar ya, bang. Jangan diratapin, g kan jadi apa2 ntar.
BalasHapusTerus saja berkarya. Jangan pernah resah karena semuanya Telah diatur oleh Dia...
He...he...Duh Bg, enak pula tuh yang di pantangin tuh...aaiiii eap...sasaasa..eng...pa...pa...nggang..ngang...eee...eee..nnnnaakkk eeeuuuyyyy...... (baca-Nya seperti menyayi ya Bg,) he...he...
BalasHapusHalo Bung Endi, apa kabar? Blognya asyik juga ya. Salam dari Makassar
BalasHapus