writing, sharing, expressing

Demi Mama yang Terkena Stroke

Gadis itu melumurkan cream buatan Thailand ke telapak kaki dan sekujur betis. Terasa lembut dan sejuk.

"Saya terdorong belajar pijat refleksi karena mama terkena stroke," ujar Yanti (21), yang baru satu minggu bekerja di salon The Guh Wujaya Negara di Pontianak.

Matanya seperti hendak berkaca-kaca saat menceritakan kisah itu. Sementara jari-jarinya yang lincah dan kokoh mulai memijat.

Setiap jari kaki disusurinya, telapak kaki ditekan-tekan dan dipijat perlahan. Otot betispun 'diobok- oboknya'. Sesekali, ia kembali mencolek cream, dan melumurkannya di bagian kaki yang hendak dipijat.

"Dua tahun mama saya bolak-balik masuk rumah sakit. Mama terserang stroke, akibat operasi di perutnya," lanjutnya. Melihat kondisi orangtuanya itu, cewek tamatan SMU tahun 2006 ini, memutuskan ikut kursus pijat refleksi. Selama 3 bulan, ia belajar di sebuah tempat kursus di Jalan Danau Sentarum.

Setelah sekitar dua bulan mengikuti kursus, ia mencoba memijat mamanya. "Yah, daripada ke rumah sakit dan minum obat terus. Apalagi saat itu mama hanya bisa duduk di kursi roda," kenangnya.

Setelah dipijat sekitar satu setengah bulan, kondisi mamanya berangsur membaik.Yanti mengisahkan, mamanya mulai bisa berjalan perlahan dengan tongkat.

"Tetapi itu dulu. Saat ini mama sudah sembuh, bahkan bisa mengendarai sepeda motor sendiri. Mama bekerja sebagai guru si sebuah SD negeri," ujanya, kali ini dengan wajah berseri-seri.

Yanti yang tinggal di Jalan Suwignyo, Sungai Jawi, sebelumnya pernah bekerja di salon Johnny Andrean di Matahari Mal. "Di salon itu hanya enam bulan habis kontrak. Kalau mau melanjutkan, harus daftar dari awal lagi," katanya. Sebelum bekerja di salon The Guh, ia sempat bekerja di outlet lipstik di mal yang sama.

"Cara memijat di salon rupanya berbeda dengan yang saya peroleh saat kursus," ujarnya. Memijat di salon, kata Yanti, memerlukan variasi yang berbeda. Namun ia sulit menceritakan, seperti apa variasi yang saling berbeda itu.

"Kalau pijat refleksi yang dipelajari waktu kursus, bisa untuk melihat penyakit. Caranya dengan memijat jari-jari kaki, akan ketahuan sakit di kepala atau perut. Tetapi memijat di salon ternyata tidak boleh begitu. Harus disesuaikan dengan apa maunya pelanggan," jelasnya.

Yanti masih dalam masa percobaan di salon The Guh. Pekerjaannya diawasi supervisor. Terkadang ia mendapat teguran, jika dianggap salah. "Ini masa penyesuaian, saya harus menemukan bagaimana cara memijat yang cocok untuk pelanggan salon ini," tuturnya.

Artikel terkait: Pijat Refleksi dan Secangkir Kopi

Pontianak, 3 April 2008
SEVERIANUS ENDI

* Foto ilustrasi dari internet




3 komentar:

Posting Komentar

terima kasih telah berkomentar :)

Demi Mama yang Terkena Stroke